SURVEI KEBUGARAN JASMANI PARA PETANI PEMULA DESA BLANG GELE KECAMATAN BEBESAN KABUPATEN ACEH TENGAH

Munzir Munzir

Abstract


Abstrak

Masyarakat Kecamatan Bebesan Kabupaten Aceh Tengah hampir setiap hari melakukan rutinitasnya yaitu berkebun. Sehingga secara tidak langsung, kondisi ini meneyebkan mereka melakukan gerakan-gerakan seperti menyangkul, memikul, mengangkat secara sistematis, teratur, serta terus menerus sepanjang hari setiap harinya. Dengan demikian berdasarkan dari tingkatan aktifitas gerak mereka telah memenuhi akan kebutuhan gerak untuk mencapai tujuan kebugaran jasmani. Namun pada kenyatannya, masih banyak beberapa individu masyarakat Kecamatan Bebesan Kabupaten Aceh Tengah yang masih sering terjangkit penyakit seperti batuh, flu, atau bahkan serangan jantung. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Seberapa besar tingkat Kebugaran jasmani petani pemula desa gele kecamatan bebesan. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat  Kebugaran  jasmani  petani pemula desa gele kecamatan bebesan”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kopi pemula di desa Blang Gele Kecamatan Bebesan Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017 yang terdiri dari 10 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes kesegaran jasmani. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif, Hasil penelitian dengan menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang dilakukan dengan cara berurutan didapat hasil sebagai berikut: Berdasarkan tes kebugaran jasmani Petani pemula desa Blang Gele tahun 2017 yang dilakukan  secara keseluruhan sebagian besar menunjukan untuk putera kategori baik yaitu 40%.

 

Kata Kunci : kebugaran jasmani. petani pemula

 

Abstract

The People of Bebesan Subdistrict, Central Aceh District, almost every day doing its routine, namely gardening. So indirectly, this condition causes them to carry out movements such as hoeing, carrying, lifting systematically, regularly, and continuously throughout the day every day. Thus based on the level of motion activities they have fulfilled the need for motion to achieve physical fitness goals. But in reality, there are still many individuals in the Bebesan District of Central Aceh District who are still often infected with diseases such as coughs, flu, or even heart attacks. The formulation of the problem in this study is how much the physical fitness level of the beginner farmers of Gele Village, Bebesan Subdistrict. While the purpose of this study was to determine the level of physical fitness of beginner farmers in the village of Gele, Bebesan sub-district. This type of research is descriptive research, with a qualitative approach. The population in this study were all beginner coffee farmers in Blang Gele village, Bebesan Subdistrict, Central Aceh District in 2017 which consisted of 10 people. The sample in this study was taken by total sampling. Data collection was carried out by physical fitness test method. Furthermore, the data were analyzed using descriptive statistical techniques, the results of the study using the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) conducted in a sequential manner obtained the following results: Based on physical fitness tests The beginner farmers of Blang Gele village in 2017 carried out as a whole showed mostly for the sons good category is 40%.

 

Keywords: physical fitness. beginner farmers

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Agus M. (2004). Kebugaran Jasmani. Surakarta : LPP dan UNS Press.

A.Kamiso. (1991). Ilmu Kepelatihan Dasar. Semarang : FPOK IKIP Semarang

Abdul Kadir (2003). Hubungan VO2 Max dengan IMT peserta Diklat sekolah pertama Depdiknas. Jakarta : Pusat Statistik Pendidikan Balitbang Depdikbud

Daniel, M. (2002). Pengantar ekonomi pertanian. Jakarta,.Bumi Aksara.

Depdikbud. (1997). Pola Umum Pembinaan Dan Pembangunan KesegaranJasmani. Jakarta : Pusat Kesegaran Jasmani

. (1999). Tes Kesegaran Jasmani dan Rekreasi. Jakarta

Depdikbud. (1999). Petunjuk Teknis: Pola Umum pembinaan dan Pengembangan

Kesegaran Jasmani dan Rekreasi. Jakarta: Depdikbud

Depdiknas. (2010). Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rosdakarya

Giriwoyo, Y.S Santoso, dkk. (2005). Manusia dan Olahraga.Bandung: Penerbit

ITB

Harsono. 1988. Coaching dan Asfek-asfek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: CV Tambak Kusuma

Hidayat, Yandhi. (2010). Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas Olahraga di SMP Negeri 13 Yogyakarta. Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Yogyakarta

Irianto, Djoko Pekik. (2000). Panduan Latihan Kebugaran Yang Efektif dan

Aman.Yogyakarta:Lukman Offset.

.(2004). Berolahraga Untuk kebugaran dan

Kesehatan. Yogyakarta: AndiOffset

Len Kravitz. 2001. Panduan Lengkap Bugar Total .Jakarta : PT Raja Grafindo

Persada.


Article Metrics

Abstract views: 18   PDF views: 17